Kamis, 03 Februari 2011

Stok darah di Rumah Sakit Umum Daerah

. Kamis, 03 Februari 2011

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Stok darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene beberapa hari ini kosong.Akibatnya,kegiatan operasi pasien di rumah sakit milik pemerintah daerah itu terhambat.

Amir,35,suami dari pasien Mariati, 30,warga Lingkungan Apoang,Kelurahan Mosso Dhua menyesalkan kondisi stok darah kosong yang menyebabkan pelayanan RSUD Majene tidak maksimal.Akibat kondisi tersebut, Mariati, istrinya, terlambat dioperasi sehingga bayinya meninggal dalam kandungan pada Jumat (21/1). “Seandainya langsung dioperasi malam itu,bayiku pasti bisa diselamatkan karena masih bergerakgerak di perut ibunya,” kata Amir sambil menyeka air matanya saat diwawancarai SINDO kemarin. Dia menjelaskan, saat tiba di RSUD sekitar pukul 21.00 Wita, istrinya tidak langsung dioperasi. Baru pukul 13.00 Wita, istrinya baru menjalani pemeriksaan darah. Ironisnya, setelah pemeriksaan darah, operasi juga belum dilaksanakan dengan alasan stok darah kosong.

“Seandainya saya diberitahu lebih awal, saya bisa langsung ke Polman membeli darah,” ujarnya. Operasi terhadap Mariati baru dilaksanakan keesokan harinya,Sabtu (22/1). Namun, saying,bayi di kandungan Mariati keluar tanpa nyawa. Kepala Kebidanan RSUD Majene Roswati membenarkan, ada pasien bernama Mariati yang telah menjalani operasi caesar.Namun, dia membantah kematian bayi Mariati lantaran terlambat dioperasi, melainkan akibat kematian janin dalam rahim (KJDR). “Kematian bayi Mariati bukan karena keterlambatan operasi melainkan sudah meninggal dalam rahim sebelum tiba di RSUD.Ini diistilahkan KJDR,” tegas Roswati di ruang kerjanya kemarin.

Dia menambahkan,operasi memang tidak segera dilaksanakan karena tidak ada stok kantong darah di RSUD Majene.Keluarga pasien membawa darah setelah menjelang pagi. Kematian bayi Mariati karena KJDR juga dibenarkan dokter ahli kandungan RSUD Majene Zulfatma.“ Kasus bayi Mariati memang KJDR,malah bayinya sudah membusuk, itu berarti telah meninggal dalam kandungan lebih dari satu hari,” tandas Zulfatma yang telah bertugas lima bulan sebagai dokter ahli kandungan di RSUD Majene. Dia menambahkan,pasien tidak dirujuk ke RSUD Polman karena ahli kandungan di Polman sedang menjalani pendidikan di luar Polman dan keluarga pasien menolak.

“Saya tidak merujuk Mariati ke Polman karena dokter ahli kandungan di sana lagi ikut pendidikan, dan biasanya akan dirujuk kembali ke Majene.Penyebab lainnya karena keluarga pasien tidak mau dirujuk. Ini juga menjadi masalah bagi pasien jamkesda,”tambahnya. Menurutnya, tim operasi kandungan yang dipimpinnya selalu siap 24 jam melakukan operasi, tetapi butuh waktu 1,5 jam hingga 2 jam dalam melakukan persiapan. Namun yang menjadi kendala adalah ketersediaan darah. Anggota Komisi III DPRD Majene yang membidangi kesehatan Hasriaty mengaku telah mendapat laporan sering terjadinya kekosongan kantong darah di RSUD Majene.

Bahkan, kata dia, bukan hanya kantong darah yang sering kosong melainkan juga obat bius. Untuk menyikapi hal itu, Komisi III akan memanggil pihak RSUD Majene untuk kesekian kalinya. Namun dia belum dapat memastikan kapan hari pemanggilan tersebut dilaksanakan.

0 komentar: